Pages

Selasa, 25 Oktober 2011

One Piece - episode 503 -

Luffy:”Ace belum mati!”

Magra berusaha keras memegangi anak itu. Dia ingin pergi dan mencari Ace. Magra berkata terlalu berbahaya pergi kesana sekarang, kau sedang terluka dan disana banyak polisi dan juga militer. Kesempatannya memang kecil tapi kami semua juga berharap mereka masih hidup. Dogra sudah pergi kesana untuk mencari jadi kita percayakan saja padanya.

Kapal Sabo terbakar tapi belum tenggelam. Para penduduk bertanya-tanya bagaimana kondisi anak itu. Mereka juga ketakutan kaum naga langit (tenryuubito) akan marah pada mereka.

Sabo melepas bajunya dan berusaha memadamkan api dengan itu.

“Saint Jalmack! Ada anak kecil diatas kapal itu!”

“Ketika seseorang mengibarkan bendera hitam, berarti dia adalah bajak laut, tidak perduli siapapun. Tapi yang paling penting...”

Sang kaum naga langit menyiapkan meriamnya lagi, “orang biasa tidak seharusnya melewati jalan kapalku!!”.

Dia menembakkan meriam sekali lagi, Sabo terkejut dan tak sempat melarikan diri.

Topi Sabo terhempas dan mengapung dilaut. Para penduduk hanya bisa melihat ketakutan tanpa bisa berbuat apa-apa, termasuk kedua orang tua Sabo.

Semua penghuni rumah Dadan tampak kehilangan semangat hidup mereka. Mereka sudah tampak putus asa menunggu kepulangan Dadan dan Ace. Tiba-tiba, salah seorang dari mereka berlari masuk kedalam. “mereka kembali!”

Mereka semua langsung berlari keluar, melihat Ace yang menggendong Dadan di punggungnya. Mereka berdua tampak lelah dan luka-luka, tapi mereka masih hidup!

Mereka langsung merawat luka-luka Dadan, sementara Ace mengganti bajunya yang compang-camping. Luffy menangis dan memeluk Ace.

Ace:”Luffy! Apa kau pikir kalau aku sudah mati?”

Ace memarahi dan memukul Luffy karena dia menangis. Magra berkata Luffy hanya senang karena kau masih hidup.

Mereka bertanya apa yang terjadi dengan Dadan dan Ace, setelah mereka semua pergi membawa Luffy?

Ace menceritakan semuanya. Dia dan Dadan bertarung melawan Bluejam. Ace mencekik leher Bluejam dengan tongkat pipanya, sementara Dadan meninjunya dengan sekuat tenaga. Mereka menang.

Kemudian mereka pergi menyusul Luffy dan yang lainnya, tetapi jalurnya sudah tertutup api. Dadan yang sudah berjanji akan membawa pulang Ace, memakai badannya untuk menembus api, membuat jalan aman untuk Ace. Ketika mereka keluar dari kobaran api, Dadan ambruk karena luka bakar parah disekujur tubuhnya.

Ace menggendong Dadan sampai di tepian sungai. Ace pergi kekota dan mencuri beberapa makanan dan obat-obatan untuk Dadan. Mereka berdua bersembunyi di dalam hutan sampai kondisi Dadan agak membaik.


Sementara itu, di kota, para warga dengan meriah menyambut si kaum naga langit.

Luffy sedang bermain di luar dengan anjing peliharaan Dadan.

Dadan bertanya pada Ace kenapa waktu itu dia tidak lari?

Ace:”aku memang terkadang tidak bisa menahan diri. Aku selalu takut jika aku lari, aku akan meninggalkan sesuatu yang penting dibelakang. Saat itu...ada Luffy dibelakangku. Aku tidak tahu kenapa tapi aku rasa itulah alasannya."

Dadan terkejut mendengarnya. Dia teringat percakapannya dengan Grap beberapa waktu yang lalu.

Garp berkata walapun Roger harus menghadapi banyak musuh kua, tapi dia tidak akan pernah lari.

Dadan:”bukankah itu namanya bunuh diri? Melarikan diri itu kan strategi juga”

Garp:”itu benar tapi dia tidak akan pernah melakukan itu. Karena dia akan meninggalkan orang yang dia cintai dibelakang. Jika dia lari, dia akan menempatkan kru-nya didalam bahaya. Sebenarnya, istilah ‘dia tidak akan melarikan diri’ itu tidak tepat. Dia tidak akan membiarkan musuh punya kesempatan untuk mengincar kru-nya. Dia akan berubah menjadi iblis disaat seperti itu. Dia pernah menghancurkan satu negara militer karena mereka berbicara buruk tentang kru-nya. Dia jadi kasar ketika marah. Dia mudah marah dan juga egois. Tapi dia juga polos dan jujur seperti anak kecil disaat bersamaan. Itu karena kehidupannya yang sebelumnya sama seperti kehidupan Ace. Dia benci harus kehilangan orang yang dia cintai. Dia adalah orang yang ceroboh seperti itu tapi dia berhasil bertahan hidup dan menjadi raja bajak laut. Meskipun dia punya reputasi buruk, tapi semua kru-nya percaya padanya. Bahkan aku yang seorang anggota angkatan lautpun juga mengagumi dirinya. Itulah sebabnya aku memutuskan untuk merawat Ace”

Dadan:”kamilah yang selama ini merawatnya!”

Garp:”hah? Kau punya sesuatu yang ingin kau katakan?”

Dadan:”t-tidak, tidak ada”

Dadan berpikir, meskipun Ace membenci ayahnya, tetapi mereka berdua tetap saja mirip.

Luffy sedang mengadu dua kumbang dan melihat siapa yang akan menang? Dogra datang dengan wajah shock dan tatapan mata kosong. Luffy dengan riang menyambutnya, dan memberitahu bahwa Dadan dan Ace sudah pulang. Dogra berusaha tersenyum.



Dogra memberitahukan semuanya apa yang terjadi pada Sabo. Ace murka dan menerjang Dogra, jangan bohong!

Dogra:”aku tidak bohong ataupun bercanda! Itu terjadi begitu cepat sampai aku bahkan tidak percaya dengan apa yang kulihat! Aku pikir aku hanya bermimpi!”

Ace masih tidak percaya. Sebab Sabo sudah pulang kerumahnya, bagaimana mungkin dia ada dilaut?

Dogra:”penjahat sepertiku bisa mengerti bagaimana perasaannya! Orang tidak selalu ingin kembali kerumah! Jika dia memang benar-benar bahagia, dia tidak akan pergi kelaut! Dia tidak akan pergi kelaut seorang diri dengan bendera hitam diatas kapalnya!”

Semua orang terdiam. Luffy mulai menangis memanggil nama Sabo. Ace benar-benar menyesal, kenapa dia tidak datang menjemput Sabo waktu itu?!

Ace bertanya siapa yang sudah membunuh Sabo?! Aku akan membunuhnya!

Dogra:”m-membunuh kaum naga langit? Itu mustahil...”

Ace yang sudah dipenuhi amarah, langsung melesat keluar. Dadan berhasil menahannya.

Dadan:”bagaimana kau bisa begitu percaya diri padahal kau tidak sekuat itu?! Apa yang bisa kau lakukan? Mereka hanya akan membunuhmu! Kau akan mati dan orang-orang akan melupakanmu keesokan harinya! Kau hanya akan menjadi seorang anak tanpa nama. Sabo sudah dibunuh oleh negara ini! Oleh dunia ini! Memangnya apa yang bisa kau lakukan?! Ayahmu sudah mengubah dunia dengan kematiannya. Ketika kau sudah menjadi lelaki yang sepenting itu, baru kau bebas melakukan apa pun yang kau inginkan!”

Ace hanya bisa terdiam menatap Dadan. Dadan memerintahkan anak buahnya untuk mengikat Ace.

Sepanjang malam itu, Ace diikat dipohon depan rumah, sementara Luffy terus-menerus menangis tanpa henti.



Keesokan paginya...

Dadan bertanya apa kau sudah sadar sekarang, Ace? Dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan ikatan anak itu.

Dadan:”dimana Luffy?”

“dia menangis semalaman dan sekarang sedang tidur”

Dogra menerima sepucuk surat dari burung pengantar surat. Dia terkejut ketika melihatnya, karena ternyata itu surat dari Sabo!

Ace:”berikan padaku! Aku tidak akan pergi kekota! Itu untuk kami, ya kan?”

Ace membaca surat itu sambil terus berjalan kedalam hutan.

“Ace, Luffy, aku harap kalian tidak terluka didalam api itu. Aku mengkhawatirkan kalian berdua tapi aku yakin kalian baik-baik saja. Maafkan aku, teman-teman, tapi ketika kalian menerima surat ini, aku pasti sudah...berlayar dilaut lepas. Ada sesuatu yang terjadi dan aku memutuskan untuk berlayar kelaut mendahului kalian. Tujuanku dimana saja selain disini. Aku akan menjadi lebih kuat dan menjadi bajak laut! Kita bertiga akan menjadi bajak laut terbebas yang pernah ada, dan lalu ayo kita bertemu lagi disuatu tempat. Di suatu tempat dilaut yang besar dan terbuka! Pasti! Suatu hari nanti! Ngomong-ngomong, Ace. Yang mana diantara kita yang jadi kakak tertua? Dua orang kakak dan satu adik kecil. Ini aneh tapi hubungan persaudaraan kita adalah harta karunku. Luffy masih lemah dan cengeng, tapi...dia adalah adik kita jadi tolong jaga dia!”

Ace sampai ditepi jurang yang menghadap kelaut dan menangis sekencang-kencangnya, menangisi kepergian sahabat dan saudara yang ia sayangi.

Dadan membaca koran dan marah-marah, bagaimana mereka bisa menyebut diri mereka peneliti? Mereka hanya berpesta setiap hari!

Dogra berkata mereka juga belum menulis kisah Sabo. Bahkan kedua orangtuanya pun sama sekali tidak mengambil tindakan apa-apa. Salah seorang dari mereka berkata, mereka berdua mungkin memang bangsawan, tetapi mereka tidak mungkin sanggup melawan pemerintah dunia dan naga langit (bener juga sih).

Dadan:”bagaimana dengan Luffy?”

“dia masih belum makan terlalu banyak, tapi dia makan dua kali sama seperti kita. Aku yakin kematian Sabo pasti sangat berpengaruh padanya.”

Luffy ternyata ada di tepi jurang yang menghadap kelaut. Dia tiduran telentang, wajahnya menghadap ke tanah berlapis rumput. Ace datang menyusulnya, dan menjitak atas kepalanya. “berapa lama lagi kau akan tiduran disana?”

Ace:”harta karun yang kita sembunyikan dihutan semuanya hilang. Kru bluejam yang selamat mungkin mengambilnya atau pihak militer yang menemukannya. Aku tidak tahu kemana perginya. Tapi aku tidak perduli tentang harta karun lagi. itu adalah tabungan bajak laut yang akan kubagi dengan Sabo. Tapi sekarang Sabo sudah tidak memerlukannya lagi. jadi aku juga akan membiarkannya saja. Tidak ada gunanya mempunyai harta karun jika kau bahkan tidak sanggup menjaganya.”

Luffy masih menempelkan wajahnya ketanah, dia menangis terisak-isak. “A-ace...aku...aku ingin menjadi lebih kuat! Lebih, dan lebih...lebih dan lebih, lebih dan lebih...lebih, lebih dan lebih, lebih dan lebih... lebih dan lebih, lebih dan lebih...aku ingin menjadi jauh lebih kuat! Sehingga aku bisa melindungi apapun atau siapapun! Aku tidak akan kalah pada siapapun! Aku mohon padamu! Ace, tolong jangan mati!”

Ace memukul kepala Luffy lagi.”hentikan! khawatirkan dirimu sendiri! Kau jauh lebih lemah dariku! Dengarkan baik-baik, luffy! Aku tidak akan pernah mati!”

Luffy duduk dan mengangguk.

Ace:”sabo juga memintaku untuk menjagamu. Aku janji aku tidak akan pernah mati! Bagaimana bisa aku meninggalkan adik laki-laki cengeng sepertimu dibelakang?”

Luffy mengangguk lagi.

Ace:”aku tidak pintar jadi aku belum tahu pasti apa yang sebenarnya sudah membunuh Sabo. Tapi itu pasti sesuatu yang berlawanan dari kebebasan. Sabo meninggal sebelum dia tahu apa itu kebebasan. Kita bertukar cawan sake yang sama dengannya dan kita masih hidup! Jadi dengar, Luffy. Kita harus hidup tanpa penyesalan.”

Ace teringat dulu Sabo pernah bilang padanya bahwa anak laki-laki dari keluarga bangsawan, akan menjadi bangsawan sepenuhnya ketika berumur 18 tahun. Karena itulah dia harus pergi saat berusia 17 tahun!

Ace:”kita akan pergi kelaut suatu hari nanti...dan hidup seperti yang kita inginkan, lebih bebas daripada siapapun. Itu berarti kita akan membuat banyak orang menjadi musuh. Bahkan kakek tua itu juga akan menjadi musuh kita (Garp). Kau harus siap mempertaruhkan segalanya. Ayo kita pergi kelaut saat berusia 17 tahun! Dan kita akan menjadi...bajak laut!”

BERSAMBUNG... ... ...

Sabtu, 22 Oktober 2011

Fate / Stay Night - episode 8 -

Episode sebelumnya:

Saber bertanya pada Shirou kenapa ia melanggar janjinya? Dan ternyata master dari rider adalah Matou Shinji, sahabat Shirou dan kakak dari Sakura.

Shinji berkata kalau ia juga dipaksa jadi master, sama seperti Shirou. Shirou bertanya lalu apa maksudnya dengan mantra lapangan itu? Shinji berdalih dia melakukannya untuk persiapan guna melawan Tohsaka Rin.

Shirou:”tapi mantra ini sudah berlebihan”

Shinji:”seperti yang kau tahu, aku membenci pertarungan. Bukankah kita ini teman sejak kecil?”

Shirou pergi kerumah Shinji. Shinji berkata ini sudah dua tahun sejak terakhir Shirou berkunjung kesini. Shirou melirik kearah Rider yang berdiri dibelakang Shinji. Shinji berkata ini hanya untuk berjaga-jaga, sebab dia juga takut pada servant-nya Shirou.

Shirou:”kau bilang padaku untuk mempercayaimu, tapi seperti inilah kelakuanmu?”

Shinji mengusulkan kenapa Shirou juga tidak memanggil servant-nya saja? Shirou menolak.

Shinji:”kau benar-benar keras kepala. Tidak pernah berubah. Sudahlah...kita langsung ke intinya saja. Kenapa kau tidak bekerja sama denganku, Emiya? Sejujurnya, aku juga masih belum terbiasa menjadi master. Aku ingin bekerja sama dengan seseorang yang bisa kupercaya.”

Shirou:”sebelum itu, aku ingin bertanya sesuatu padamu. Pertama-tama, tentang Mitsuzuri...yang menyerang dia adalah...”

Shinji:”ah, hal itu juga membuat hatiku sakit. Besar kemungkinan dia diserang oleh servant. Tentu saja, aku bersumpah itu bukan aku”

Shirou:”begitu. Satu pertanyaan lagi. Bagaimana kau bisa menjadi seorang master?”

Shinji:”keluarga Matou adalah keturunan penyihir.”

Shirou:”apa?!”

Shinji:”tapi keluargaku sudah kehilangan kemampuan sihirnya. Sekarang ini, aku bukanlah seorang penyihir. Aku hanya mewarisi pengetahuannya.”

Shirou:”jangan katakan kalau Sakura juga belajar ilmu sihir?!”

Shinji:”kau tidak tahu apa-apa, ya kan? Ketika kami berdua masih kecil, hanya anak tertualah yang akan mewarisi pengetahuannya. Secara teori, anak yang tidak terpilih sebagai penerus...tidak akan diperdulikan atau akan dikirim keluar sebagai anak asuh (maksudnya diberikan ke keluarga lain)”

Shirou tampak lega, karena itu berarti Sakura tidak ada hubungannya dengan perang Holy Grail.

Shinji:”aku tidak bisa menggunakan sihir, dan kau tidak tahu bagaimana cara menggunakannya. Tidakkah kau pikir kita ini cocok? Ayo kita bekerjasama dan menyerang musuh kita : Tohsaka Rin”

Shirou:”Tohsaka?”

Shinji:”dia sepertinya mempercayaimu, dan aku tidak bisa dideteksi oleh penyihir lain, karena aku tidak punya magic circuit. Jika kita membentuk tim, kita pasti bisa mengalahkan Tohsaka...”

Shirou:”tunggu sebentar! Tohsaka bilang ada seorang penyihir lagi disekolah kita. Jika dia tidak bisa mendeteksimu...”

Shinji:”itu berarti ada master keempat disekolah, ya kan?”

Shinji berkata mungkin saja yang menyerang Mitsuzuri adalah Tohsaka. Shirou langsung beranjak dari tempat duduknya, dia berkata memang dia terkadang berkelahi dengan Tohsaka, tapi dia ingin mempercayai gadis itu. Shirou pamit pulang.

Shinji:”oh, ada satu lagi. sebagai bentuk dari niat baikku, aku akan memberitahumu sesuatu. Ada seorang master yang bersembunyi di kuil Ryuudou, meskipun aku tidak tahu siapa dia”

Shirou:”kuil Ryuudou? Rumah Issei?!”

Shinji berkata servantnya memberitahunya ada seorang penyihir disana yang mengumpulkan jiwa manusia dalam jumlah besar.

Rider mengantarkan Shirou sampai ke pintu gerbang. Shirou bertanya apa soal penyihir di kuil itu benar? Tapi Rider diam saja. Shirou meminta maaf, mereka kan musuh tapi dia malah bertanya seperti itu.

Rider:”memang benar ada penyihir yang tinggal di gunung. Jika kau ingin menantangnya, berhati-hatilah”

Shirou berterima kasih atas saran Rider, lalu dia meminta Rider untuk menjaga Shinji baik-baik.

Rider:”kau orang yang baik”

Shirou memandangi kuil Ryuudou yang berada diatas gunung. Tiba-tiba Issei sudah ada disampingnya. Issei bertanya ada apa? Sepertinya kau terus-menerus melihat kearah gunung...

Shirou bertanya apa ada sesuatu yang aneh terjadi di kuil? Issei berkata tidak ada, kecuali tentang wanita cantik kenalan ayahnya yang diundang kesana sebagai tamu.

Shirou:”seorang wanita...pendeta?”

Issei:”bukan, dia punya alasan khusus, jadi kami mengijinkannya tinggal sampai hari pernikahannya. Dia benar-benar cantik sampai aku pun terpikat”

Shirou:”eehh...?”

Issei kaget sendiri dengan perkataannya, lalu dia membaca doa untuk mengilangkan pikiran ‘tidak-tidaknya’.

Shirou sampai dirumah, dia terkejut karena Saber sudah menunggu didepan pintu dengan wajah marah.

Saber:”kau pulang terlambat, Shirou”

Dan ternyata, Rin sudah ada didalam rumahnya.

Shirou:”oh, kau datang berkunjung, Tohsaka? Tepat sekali, ada sesuatu yang ingin kubicarakan”

Shirou menceritakan semuanya pada Saber dan Rin. Saber bertanya apa bisa mereka mempercayai kata-kata Shinji? Shirou juga tidak tahu, tapi tamu wanita yang tinggal di tempat Issei patut dicurigai. Rin berkata dia pikir keluarga Matou sudah kehilangan kemampuan sihirnya. Mungkin dia bisa menjadi master karena buku sihir yang dia miliki.

Rin:”jadi, bagaimana kau menanggapinya, Shirou? Dia memintamu untuk bekerja sama dengannya, ya kan?”

Shirou:”ya, aku menolak. Meskipun aku menerimanya, aku harus meminta pendapatmu terlebih dahulu”

Rin tampak terkejut, “ya...itu benar, kurasa”

Shirou berkata jika Shinji berkata jujur, berarti dia tidak perlu dicemaskan untuk sementara waktu. Dan lagi, ternyata rider jauh lebih baik daripada yang dia duga.

Shirou:”tapi...Lancer dan Berseker...benar-benar terlihat seperti pahlawan, iya kan? Tetapi, aku tidak merasakan hal yang sama pada Rider. Dia kelihatan agak berbeda dari servant normal”

Rin menjelaskan, “master dan Servant memiliki kemiripan satu sama lain. Dengan kata lain master yang bersikap seperti bangsawan akan memanggil servant dengan sifat yang sama. Master yang memiliki trauma akan memanggil servant yang memiliki trauma yang sama. Master yang memiliki hati jahat...akan memanggil seorang pembunuh yang haus darah”

Rin berkata sepertinya informasi itu tidak bisa dipercaya, master macam apa yang membuat tempat persembunyian di dalam kuil? Saber tidak setuju dengan Rin, kuil itu adalah tempat yang sangat spiritual, itu adalah tempat terbaik untuk mengumpulkan jiwa. Rin berkata jika kuil Ryuudou sepenting itu, kenapa selama ini orang-orang mengabaikannya?

Saber:”ada mantra yang dipasang mengelilingi kuil itu. Meskipun tidak mempengaruhi manusia, jika servant mengambil resiko masuk kesana, energi mereka akan berkurang”

Rin berkata ini akan sulit, jika hanya Shirou dan dirinya, akan sulit untuk menang. Shirou berkata tiba-tiba dia merasakan perasaan tidak enak, tapi dia gak tahu kenapa.

Saber mengusulkan untuk menyerang master di kuil itu. Tapi, seperti biasa, Shirou melarangnya. Saber protes. Rin berkata dia setuju dengan Shirou, mereka harus menyelidikinya lebih dulu. Saber tampak kesal dan tidak berkata apa-apa.

Rin bangkit dan mengangkat tas besarnya.

Shirou:”tas apa itu?”

Rin:”apa aku boleh memilih kamarku sendiri?”

Shirou menatap Rin dengan bingung,”hah?”

Rin:”aku akan tinggal disini mulai hari ini. Harusnya kau sudah menduganya karena kita ini satu tim, iya kan?”

Rin berjalan mencari ruangan yang pas untuknya. Shirou mengejarnya sambil protes.

Sementara itu, seorang wanita sedang berbicara dengan seorang lelaki yang berpakaian seperti samurai. Wanita itu berkata menyegel kuil seluruhnya berarti menghentikan aliran spiritualnya. Itu berarti dia tidak bisa memasang mantra di seluruh area kuil. Dia meminta pria samurai itu untuk menjaga pintu gerbang.



Rin memilih tinggal di bangunan kecil yang terpisah dengan rumah utama. Dia sudah selesai berkemas dan mengatur botol-botol kecil berisi ramuan dengan rapi.

Shirou:”hei, bukankah sudah kubilang kau tidak boleh tinggal disini?”

Rin mengacuhkannya, dia malah bertanya apakah AC-nya bekerja atau tidak?”

Shirou:”dengarkan apa yang kukatakan!”

Saber:”mengenai ruangan, aku punya sesuatu yang ingin kuajukan. Kupikir aku harus satu kamar dengan Shirou”

Shirou:”apa katamu? B-bagaimana aku bisa tidur bersama-sama dengan seorang gadis?!”

Saber:”ini adalah tanggung jawab servant untuk menjaga masternya sewaktu tidur”

Shirou dan Saber berdebat, sementara Rin bergumam sendiri. “servant tetaplah seorang servant. Tidak ada gunanya memperlakukan mereka seperti manusia. Yah, kurasa memang percuma memberitahu Shirou tentang itu”

Shirou menoleh kearah Rin. “Hei, kau...sejak kapan kau memanggilku dengan nama pertamaku? (biasanya Rin memanggil Shirou dengan sebutan Emiya)”

Rin:”benarkah kulakukan itu?”

Shirou:”perasaan tidak enak yang sejak tadi kurasakan itu karena kau memanggilku dengan nama pertamaku, iya kan?”

Saber cemberut, “jangan mengubah topik pembicaraan! Masalah ruanganku masih belum selesai”

Shirou:”aku tidak akan mengizinkannya!”

Shirou mengancam, jika Saber terus protes, ia akan memaksa Saber patuh meskipun ia harus menggunakan Reijuu-nya.

Saber memicingkan matanya, dia berkata tanda itu hanya ada tiga, kalau Shirou tidak menggunakannya untuk melindungi dirinya, bagaimana nantinya? Rin berkata tidak perlu khawatir, dia sudah memasang mantra pelindung di sekeliling rumah, dia bisa langsung merasakan jika ada yang datang menyerang.

Shirou:”tepat sekali. Mengerti, Saber?”

Saber tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Rin dengan riang mengecek isi lemari es. Dia berkata mulai sekarang mereka akan bergantian menyiapkan makanan. Dia akan melakukannya hari ini sebagai bentuk ucapan terima kasih.

Shirou:”kau serius mau tinggal disini?”

Rin mengacuhkan Shirou. Dia berkata untuk sekarang ini mereka hanya akan mengawasi Rider dan penyihir di kuil. Fokus utama mereka sekarang adalah Ilyasviel von Einzbern dan Berseker. Saber mengusulkan agar Rin meminta Archer untuk mengawasi di sekitar rumah, karena penglihatan Archer sangat tajam. Shirou entah kenapa diam saja, dia bergantian memandangi Saber dan Rin.

Rin:”ada apa, Shirou? Apa kau lapar?”

Shirou:”tidak! Bukankah kau pernah bilang kau tidak mau bekerjasama denganku?”

Rin tersenyum, “he he, jadi begitu”

Shirou:”apa maksudmu?”

Rin mendekati Shirou dan berbisik, tenang saja, aku tidak akan merebut Saber darimu.

Shirou:’K-kau!”

Bel di pintu depan berbunyi.

Ternyata Sakura yang datang. Dia sangat terkejut melihat Rin sampai menjatuhkan kantung belanjaannya. Rin menyambutnya dengan senyuman manis, sementara Shirou yang berdiri disampingnya tampak pucat.

Sakura:”Tohsaka-senpai, celemek itu...”

Shirou menjawab dengan terbata-bata,”y-ya, ini....menjelaskannya akan sulit”

Entah mengapa, wajah Shirou jadi semakin pucat dan dia tampak gemetaran.

Rin:”aku akan tinggal disini”

Shirou:”ada alasan yang baik untuk ini....jadi Tohsaka juga akan menginap disini selama beberapa hari. Tapi hanya sebentar saja kok...”

Rupanya penyebab wajah pucat Shirou adalah karena Rin mencubit punggungnya dengan kencang (kayaknya sakit banget). Rin berkata ini keputusan yang dia buat dengan Shirou. Kau pasti mengerti kan?

Sakura:”apa yang harus aku mengerti?”

Rin:”kau tidak perlu berada disini. Akan sangat merepotkan jika kau terus datang”

Sakura terdiam, wajahnya tampak sedih.

Sakura:”aku tidak mengerti. Kubilang aku tidak mengerti apa yang Tohsaka-senpai katakan”

Sakura memungut kantung belanjanya dan terus menuju kearah dapur. Shirou mencoba memberitahunya bahwa Rin sudah menyiapkan makan malam, tetapi Sakura terus saja masuk kedalam.

Shirou:”mengejutkan sekali. Ini pertama kalinya aku melihat Sakura keras kepala seperti ini...”

Rin berkata karena rumah ini bisa menjadi medan perang kapan saja, dia berusaha menegur Sakura agar dia tidak terlibat serta.

Shirou:”yang tadi itu kau sebut menegur? Aku rasa kau malah mengusik dia”

Tiba-tiba, pintu depan terbuka, Kak fuji masuk dengan riang. Dia heran ketika melihat Rin. “Tohsaka-san? Kenapa kau disini?”

Shirou:”yah, dia akan menginap disini mulai hari ini...aku rasa...”

Kak Fuji:”oh, menginap...aku mengerti! Jadi kau akan menginap...HEII!!”

Kak fuji memukul meja dengan keras. Dia memarahi Shirou, apa maksudnya dengan menginap? Bukan hanya saber, tapi kau juga membiarkan teman sekolah seperti Tohsaka tinggal disini juga?! Memangnya kau ini tokoh utama dalam cerita cinta atau apa?!

Rin meliriknya dan tersenyum jahil, “kau mau aku menyelamatkanmu?”

Shirou:”tolong lakukan. Aku bergantung pada skill politikmu”

Rin menatap Kak Fuji dengan wajah serius.

Rin:”sebenarnya, rumahku sekarang ini sedang diperbaiki seluruhnya. Aku berpikir untuk tinggal dihotel sampai proses perbaikannya selesai. Tapi ketika aku berbicara dengan Emiya-kun, dia dengan baik hati mengajakku untuk tinggal dirumahnya.”

Kak Fuji:”memang sangat mungkin kalau Shirou melakukan hal itu”

Rin:”tinggal dihotel menghabiskan banyak uang, dan itu tidak pantas untuk seorang murid sepertiku. Lagipula, tinggal di rumah teman dan melihat seperti apa cara orang lain hidup itu adalah pengalaman yang baik”

Kak Fuji:”aku mengerti apa yang kau katakan. Tapi dua anak muda hidup bersama itu salah!”

Rin:”Emiya-kun dan Saber-san sudah hidup bersama-sama. Dan, dari apa yang kudengar, sepertinya tidak ada masalah. Atau, apakah dia (Shirou) punya kepribadian yang jelek sehingga dia mungkin akan melakukan sesuatu yang salah?”

Kak fuji:”tidak sopan! Shirou itu sangat terhormat! Dia pasti tidak akan pernah membuat seorang wanita menangis!”

Rin:”nah, kalau begitu tidak akan ada masalah, ya kan? Aku juga mempercayai Emiya-kun”

Beberapa saat kemudian...

Kak fuji berjalan dengan gontai menuju gerbang depan. Dia menangis karena kalah beragumen dengan Rin. Shirou dan Saber mengantarkan mereka berdua sampai ke pintu gerbang. Sakura berpamitan. Shirou meminta maaf karena sudah membuatnya repot.

Sakura:”tidak apa. Aku mempercayaimu juga, senpai”

Shirou:”eh?”

Sakura menunduk dan berlari pergi.

Saber:”Shirou, mengenai penyihir di kuil Ryuudou, akankah kau mempertimbangkannnya?”

Shirou marah, kau masih membicarakannya juga? Kalau kubilang tidak berarti tidak! Itu pasti perangkap!

Saber berkata dia tidak pernah membayangkan dirinya tidak pernah terluka dalam pertempuran. Meskipun aku masuk kedalam perangkap musuh, dia mash bisa bertarung asalkan kepalanya masih menempel ditubuhnya.

Shirou:”jangan konyol! Siapa yang berpikiran tidak apa-apa meskipun terluka? Sebagai master, aku tidak bisa membiarkanmu berada didalam bahaya”

Saber:”servant ada untuk menerima luka. Menghindari pertempuran untuk mencegah servant-nya terluka...itu tidak bisa dimaafkan sebagai masterku”

Shirou:”tidak apa jika aku tidak bisa dimaafkan. Lagipula, lukamu juga masih belum sembuh benar, iya kan?”

Saber masih bersikeras, itu tidak akan menghambatku.

Shirou menatap Saber dengan penuh amarah. “beberapa waktu lalu, kau dikalahkan oleh Berseker. Apakah kau ingin kita dikalahkan sekali lagi!? Aku sih tidak mau terbunuh seperti itu untuk yang kedua kalinya!”

Saber terkejut,”bukankah rendah sekali kalau kau berkata seperti itu, Shirou?

Shirou berkata, pokoknya kita tidak akan melakukan apa-apa, mengerti?

Saber:”mengerti. Jika memang itu keinginan master”

Saber berlalu masuk kedalam, meninggalkan Shirou sendirian.

Semuanya sudah tidur nyenyak dikamar masing-masing, kecuali Saber.

Dia berdiri didepan pintu kamar Shirou dan tersenyum.

Lalu dia beranjak pergi ,menembus mantra penghalang yang dipasang oleh Rin. Sepertinya Saber berniat untuk pergi ke kuil seorang diri.

Diatas gerbang kuil, samurai laki-laki tadi telah menunggu


BERSAMBUNG... ... ...