Pages

Senin, 20 Juni 2011

Gelar Jepang 2011 is coming!!


  • Exhibition Title : GELAR JEPANG 2011 - Himaja FIB UI
  • Theme : "Time Travel"
  • Place : Faculty of Culture Sciences, University of Indonesia
  • Exhibition Date : Friday to Sunday, 24 - 26 June 2011
  • Time : 10.00 a.m - 18.00 p.m
There will be : Igo Workshops, Takoyaki, Ramen, and Kakigori Eating Competition, Manga and Fanfic Competition, Japanese Tea Ceremony, Okinawa Dance, Yosakoi Dance, Omikoshi, Mochi making demonstration, Band, Cover Dance, Taiko, Hanabi, and COSPLAY...!
For further information about this event, call :

- Website : http://gelarjepang2011.blogspot.com/

ini cuma sekedar informasi ja (dikirim lewat email barusan). untuk info lebih lanjut kalian bisa tanya sama yang punya acaranya, atau cek di website resminya, saya cuma mau bagi2 informasi ja :)

Kamis, 16 Juni 2011

Fairy Tail - episode 13 -

Gray kalah dalam pertarungannya dengan Lyon. Gray terbaring sendirian, butiran-butiran salju mulai turun perlahan dari langit. Pikirannya menerawang, dia teringat masa lalunya, ketika dia masih menjadi murid Ul. Gray yang kelelahan sehabis berlatih, tertidur diatas tanah berlapis salju (dia bahkan tidak pakai baju, apa gak masuk angin tuh?), dan dari belakang, guru kesayangannya, Ul, membangunkannya dengan suara yang lembut, “ada apa? hanya segitu saja? Bangun Gray!...”

Kembali ke masa sekarang....

Ada seseorang yang memanggil-manggil Gray,”bangun Gray!”. Ternyata itu Natsu, dia berhasil naik kembali kepuncak gunung, walaupun seluruh badannya masih tertutup bola es raksasa.

Gray:”Natsu...kenapa kau ada disini?”

Natsu:”aku tidak berhasil menemukan jalan kembali ke desa, jadi aku memutuskan untuk pergi ketempat yang tinggi. Sebelah sana! Ayo, kita pergi”

Natsu menarik baju Gray.

Gray:”tunggu! Aku bisa jalan sendiri...dimana Lyon?”

Natsu:”entahlah. Tidak ada siapa-siapa disini. Upacaranya juga sudah selesai”

Gray berusaha berdiri sendiri, tetapi dia terjatuh lagi. Natsu yang masih memegangi kerah bajunya langsung menariknya, dan menggendong Gray di punggungnya.

Natsu:”sial! jika mereka menyakiti Lucy, itu semua salah kita!”

Gray teringat bagaimana Ul berusaha mati-matian mencegahnya melawan Deliora, lalu dia teringat tentang perkataannya pada Natsu bahwa mustahil dia mampu menyelesaikan tugas level S. Gray menggigit bibirnya.

Gray:”Natsu...”

Natsu:”ya?”

Gray:”aku tidak punya hak untuk menegurmu”

Natsu:........

Gray:”aku sama sekali tidak punya hak!”

Gray mulai menangis tanpa suara. Natsu menjadi geram,”jangan mulai mengatakan hal-hal aneh hanya karena kau kalah, Gray!! Kita ini Fairy Tail! Guild yang tidak tahu apa arti kata berhenti! Kita tidak akan bisa hidup jika kita tidak terus maju kedepan!”

Natsu mulai berlari menuju kearah desa,”sial! Sulit sekali berlari dalam keadaan seperti ini!”

Lucy dan Happy berhasil sampai dengan selamat di desa. lucy menjelaskan situasinya pada seluruh penduduk desa.

Lucy:”ini adalah kesempatan bagi kalian untuk menangkap mereka dan menemukan cara untuk mengembalikan kalian ke wujud semula!”

Happy:”walaupun kau bilang begitu, ada kemungkinan mereka bertiga adalah penyihir. Mereka tidak akan bisa ditangkap dengan mudah”

Lucy:”memang benar. Jumlah kita memang lebih banyak, tetapi tidak ada satupun penyihir” (loh, lucy kan penyihir...)

Happy: (terkejut)” jadi kau tidak berniat untuk ikut bertempur?!”

Lucy berpikir sejenak, lalu menepuk tangan dengan gembira,”aku baru saja kepikiran ide yang bagus!” (kalau lagi kayak gini, Lucy jadi mirip sama Elie-nya rave)

Happy:”aku punya firasat buruk soal ini”

Sang kepala desa datang,”ada apa kok ribut-ribut?”

Lucy menjelaskan seluruh situasinya pada Moka. Moka lalu menjerit histeris,”aku tidak pernah mendengar itu sebelumnya! Jadi kalian masih belum menghancurkan bulannya??!!”

Lucy: (panik)”a-anu...kita tidak perlu menghancurkan bulan lagi sekarang...jika kita bisa menangkap penjahatnya...”

Moka:”BULAN! HANCURKAN BULANNYA!!”

Dua orang penduduk desa memegangi Moka, berusaha menenangkannya, dan menyeretnya menjauhi Lucy.

“tolong jangan diambil hati. Dia pasti masih tidak bisa melupakan Bobo putranya”

Lucy:”ya. Baiklah, kita akan menangkap penjahatnya”

“tapi bagaimana caranya?”

Lucy tersenyum dengan penuh percaya diri,”serahkan semuanya pada penyihir stellar spirit nomor satu Fairy Tail, si hebat Lucy! Ini pasti akan berhasil”

Happy: (berbicara sendiri) “dia terlalu terbawa suasana”

Lucy memanggil Virgo keluar (kira – kira apa ya rencana lucy?)

Beberapa saat kemudian...

Virgo:”tuan putri, persiapannya sudah selesai”

Lucy:”terima kasih Virgo, kau memang cepat sesuai dugaanku”

Virgo:”apa kau akan menghukumku?”

Lucy:”aku sedang memujimu!!”

Happy:”sebentar...”

Lucy:”ada apa, Happy?”

Happy: (dengan wajah serius) “aku benar-benar serius berpikir bahwa kau ini idiot, Lucy”

Lucy:”kau ini benar-benar suka berkata seenaknya...”

Happy:”aku hanya tidak bisa membayangkan kalau mereka akan terjatuh kedalam perangkap kekanakan seperti ini”

Lucy:”apa maksudmu? Ini adalah lubang jebakan yang sangat sempurna”

wahaha...ternyata Lucy nyuruh Virgo buat lubang jebakan tepat didepan gerbang masuk desa.

Happy:”ya...itulah kenapa aku menyebutmu idiot”

Lucy:”hanya ada satu jalan masuk kedesa ini kan? Berarti sudah pasti musuh akan masuk lewat jalan itu”

Happy:”tidak mungkin akan ada orang yang kena jebakan itu”

Salah satu penduduk desa mengangkat tangannya,”a-aku juga berpikir seperti itu”

salah seorang yang lain juga berkata,”sebenarnya, aku juga sih”

Virgo:”tuan putri, aku juga berpikiran sama!”

Lucy:”kau jugaaa??!!! huh, lihat saja nanti!”

Seorang penduduk yang berjaga dari atas gerbang berteriak,”Lucy-san,ada sesuatu yang mengarah kemari!”

Lucy:”itu mereka. Buka gerbangnya!”

“baik!”

gerbangpun terbuka, dan....ternyata “sesuatu” itu tak lain dan tak bukan adalah...Natsu! Natsu berlari dengan kecepatan penuh sambil membopong Gray,”hei, kalian! Apa kalian semua tidak apa-apa?”

Lucy:”EEEEHHHH??!!!!!”

Happy:”NATSU!!”

Lucy:”berhenti! Jangan mendekat!!”

Natsu: (terus berlari) “apa?”

Lucy:”aku bilang berhenti! berhentiiiiii!!”

Natsu berhenti berlari, tepat didepan lubang jebakan yang ditutupi oleh timbunan jerami hasil karya Lucy. Lucy menghela napas lega.

Natsu melihat tumpukan jerami didepannya,”apa ini?”. Lalu, dengan sangat “brilliant”, dia menginjak tumpukan jerami itu, yah...bisa ditebak bagaimana jadinya...mereka berdua (Natsu dan Gray) terjatuh kedalam lubang jebakan itu.

Salah satu penduduk desa:”ternyata ada seseorang yang sungguh-sungguh terjatuh kedalam lubang itu....” (wkwkwkw)

Penduduk desa satunya lagi:”tadinya kupikir itu tidak mungkin...”

Lucy:”gagal!”

Natsu:”hei,hei,hei! Siapa yang sudah memasang jebakan konyol ini?”

Happy:”siapa lagi kalau bukan Lucy?”

Natsu:”sudah kuduga!”

Lucy:”tidak! kau salah paham!”

Happy:”tapi syukurlah kau dan Gray selamat!”

Natsu:”tidak ada yang perlu disyukuri! Gray pingsan!”

Lucy:”apa dia dikalahkan oleh orang bertopeng itu?”

Natsu terdiam sejenak, dia menyadari, bahwa bola es besar yang menyelimuti badannya sudah hilang!

Natsu:”esnya pecah! hah? Padahal apiku saja tidak mempan”

Lucy:”s-seperti yang sudah kurencanakan”

Virgo:”efek dari sihir es nya akan melemah jika semakin jauh dari penyihirnya” (jadi bukan karena dia jatuh kedalam lubang jebakan Lucy yaa..)

Para penduduk membaringkan Gray ditanah.

Natsu:”syukurlah...tapi mereka kok belum sampai disini ya?”

Lucy:”kalau dipikir-pikir memang aneh, harusnya mereka sampai kesini lebih dulu dari kau”

Natsu:”ya, padahal aku juga butuh waktu agak lama untuk bisa kesini”

Lucy: (bersemangat) “ini kesempatan kita! cepat tutup lagi lubangnya!”

Natsu:”kau masih mengharapkan lubang jebakan itu?”

Salah seorang penduduk desa menunjuk kearah langit,”a-apa itu?”

Tiga orang aneh itu ternyata datang dari langit, dengan menaiki tikus raksasa itu, yang entah bagaimana caranya, bisa terbang, dan membawa sebuah ember besar ditangannya.

Lucy geram,”dari langit? Kalau begini lubang jebakan ku gak berguna dong!!”

Sherry:”benar-benar membutuhkan waktu yang lama untuk menyiapkan ramuan jelly beracun ini”

Yuka:”tapi waktunya tepat sekali. Para penyihir itu juga sudah berkumpul di desa”

Sherry:”selama Deliora masih belum dihancurkan, maka keinginan kita tidak akan pernah terkabulkan. Semua pengganggu harus mati, tanpa terkecuali”

Setitik cairan berwarna hijau terjatuh dari dalam ember yang dibawa tikus raksasa itu, menuju kearah desa, tepat dihadapan Lucy. Lucy mengulurkan tangan hendak menangkap cairan itu, tetapi Natsu langsung melompat menarik Lucy, membawanya menjauhi tetesan hijau itu. Tetesan hijau itu mengenai tanah, dan seketika terbentuk sebuah lubang ditanah itu, seolah cairan itu adalah sebuah zat asam yang sangat berbahaya. Lucy menjerit tertahan, tampak sangat ketakutan.

Natsu:”bau berbahaya apa ini?”

Para penduduk desa panik.

“Ember raksasa itu berisi penuh dengan cairan ini?”

“jangan-jangan mereka berniat menjatuhkan semuanya kemari?!”

Yuka mengamati dari atas,”sangat mengerikan. Efek dari moon drip telah mengubah orang-orang ini menjadi sosok yang sangat mengerikan”

Natsu, yang seolah-olah dapat mendengarkannya, menggeram dengan kesal.

Sherry:”Angelica, cepat lakukan”

Tikus terbang jelek itu tanpa basa-basi langsung menumpahkan cairan hijau itu tepat diatas desa.

Lucy:”bagaimana caranya kita bisa berlindung dari itu?!”

Natsu bertindak cepat,”semuanya, cepat berkumpul ditengah-tengah desa!”

Lucy:”Natsu!”

Natsu:”Happy, ayo kita terbang!”

Happy:”aye!”

Natsu melompat tinggi dan Happy menangkapnya, membawanya terbang. Para penduduk mengikuti perintah Natsu, mereka berlari ketengah desa (tentu saja mereka tidak lupa membawa Gray). Moka, sang kepala desa masih memegangi batu nisan putranya,”a-aku tidak akan bergerak dari makam Bobo!”

“Kepala desa, aku mengerti bagaimana perasaanmu, tapi...”

Natsu membuat sebuah bola api raksasa, dan menembakkannya tepat ke tengah-tengah gumpalan cairan racun, membuat sebuah lubang besar di tengah-tengahnya. Racun memercik kearah samping, tetapi bagian tengah desa tidak tersentuh.

Salah satu gumpalan racun mendarat tepat di makam Bobo.

“Kepala desa!”

Tapi syukurlah, Virgo berhasil menyelamatkannya.

Virgo:”haruskah aku menghukum kepala desa ini?”

Lucy: (tersenyum senang)”Virgo!”

Seluruh desa hancur berantakan, kecuali bagian tengahnya. Moka tampak shock,”makam Bobo...”

Tiga orang aneh itu sudah turun dari tikus terbang jelek mereka.

Sherry:”kita harus menghancurkan semua musuh Reitei-sama. Padahal kita sudah coba memberikan kematian instant kepada mereka...sepertinya akan ada banyak darah tertumpah malam ini”

Natsu: (tampak murka) “apa?”

Yuka:”lima puluh penduduk desa dan dua orang penyihir. Ini akan memakan waktu 15 menit”

Natsu:”ayo!”

Lucy:”ya!”

Happy:”aku juga ikut. Dengan begitu jadi tiga penyihir!”

Gray mulai sadar dan perlahan membuka matanya.

Moka:”beraninya mereka...beraninya mereka menghancurkan makam Bobo? Tidak bisa dimaafkaaaannnn!!!!”

Moka melompat hendak menyerang mereka, beberapa penduduk memeganginya, berusaha untuk menahannya.

Gray bangkit dengan susah payah,”aku juga akan bertarung!”

Lucy:”Gray, kau juga?”

Natsu:”pergilah bersama mereka (para penduduk). Kau hanya akan menggangguku saja”

Gray:”Natsu, jangan menganggap remeh a - ... “

Natsu meninju perut Gray,”orang yang sedang terluka seharusnya tidur saja”

Gray mengerang kesakitan, dia menggenggam syal Natsu,”kurang ajar kau....suatu hari nanti akan ku - ....”

Gray pingsan lagi, Natsu dengan sigap mendekapnya.

Lucy:”apa?”

Happy:”begitulah cara Natsu menunjukkan kasih sayangnya. Gray sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertarung sekarang”

Lucy:”jadi seperti itu ikatan antar penyihir Fairy Tail....”

Para penduduk mengungsi ketempat yang aman, bersama dengan Gray yang masih pingsan (lagi).

Sherry:”tidak akan kubiarkan kalian lari. Pembasmian total. Begitulah perintah Reitei-sama”

Sherry memanggil tikus raksasa kesayangannya, tikus itu terbang lagi, dengan membawa Sherry ditangannya. Mereka melaju melewati Natsu.

Lucy:”aku anggota Fairy Tail juga...”

Mwahahahahaha....Lucy, dengan spontanitas dan kereflekannya (dan juga kebodohannya), entah bagaimana caranya tiba-tiba dia ‘menempel’ di kaki Angelica, tikus raksasa jelek yang bisa terbang itu.

Lucy: (antara panik dan kaget) “oh tidak! Aku terlalu bersemangat dan tanpa berpikir langsung memegang kakinya!! (wkwkwk)”

Happy:”benar kan, dia itu idiot!”

Natsu:”itu benar-benar bodoh sekali!”

Lucy memukuli kuku-kuku Angelica dengan tangannya,”berhenti kau! Jangan menyakiti para penduduk desa lagi!”

Sherry:”apa sih yang sedang dia lakukan?”

Lucy lalu menggelitiki kaki Angelica,”bagaimana dengan ini?”

Sherry:”yang seperti itu tidak akan mempan”

Tanpa diduga, ternyata cara bodoh Lucy berhasil! Angelica tampak sangat kegelian, dia terlalu sibuk tertawa sampai lupa memutar ekornya yang berfungsi sebagai baling-baling untuk membantu dia terbang, dan.....mereka bertigapun terjatuh.

Lucy:”aku berhasil! WHOA! AKU JUGA IKUT JATUUUUUHHHH!!!!”

Natsu:........(tidak bisa berkata apa-apa)

Yuka:”ya ampun, sepertinya dia akan marah”

Toby:”aku tidak marah!!”

Yuka:”aku bukan berbicara tentang kau” (sepertinya maksud dia Natsu)

Natsu: (bertanya pada Happy) “apa kau pikir dia (Lucy) akan baik-baik saja?”

Happy:”aku tidak yakin dia akan baik-baik saja. Baiklah, aku akan mencarinya”

Happy mengeluarkan sayapnya dan terbang mencari Lucy.

Natsu:”oke. Kalau begitu tolong ya”

Natsu menoleh kearah Yuka dan Toby,”sementara itu, aku akan membereskan yang ada disini.”

Natsu melompat dan menyundul kepala Toby, lalu dia menembakkan api dari mulutnya keawah Yuka. Yuka melindungi dirinya dengan pancaran sinar biru, yang mampu menghilangkan api Natsu.

Yuka:”sungguh api yang sangat ganas. Apakah kau adalah si Salamander dari Fairy Tail yang sangat terkenal itu?”

Natsu tidak menjawab, dia memandangi Yuka dan Toby dengan sangat waspada.

Yuka:”sebelumnya kami adalah penyihir dari guild yang cukup terkenal. Jadi ini tidak akan semudah dugaanmu. Apakah kau tahu guild ‘Lamia Scale’ ? Benar sekali. Itu adalah tempat si batu-besi Jera berada...”

Natsu menyemburkan api dari kedua tangannya, kearah Yuka dan Toby. Yuka melindungi dirinya dengan sihir cahaya biru itu lagi.

Yuka:”k-kau! Dengarkan kalau orang sedang bicara!”

Natsu:”gak peduli. Terserah mau dari guild mana kalian berasal, atau siapa teman kalian. Kau menyakiti klienku, dan mengganggu pekerjaanku. Singkatnya, kau adalah musuh Fairy Tail! Itu saja sudah cukup jadi alasanku untuk bertempur!”

Yuka menggertakkan giginya,”Toby, jangan mengganggu. Aku akan menangani orang ini sendirian”

Toby menggeram setuju.

Yuka mengeluarkan gelombang cahaya biru itu lagi, Natsu hendak menghancurkannya dengan apinya, tetapi dia langsung menyadari sesuatu, dan melompat menghindar. Cahaya itu meledakkan tanah tempat dia berpijak tadi.

Yuka:”oh, jadi kau bisa menyadarinya”

Natsu menyemburkan api dari mulutnya, yang mampu ditebas dengan mudah oleh Yuka dan sihir gelombang cahaya birunya.

Yuka:”getaran yang keluar dari tanganku mampu menetralkan sihir apapun juga! Dengan kata lain...sihir yang tidak akan bisa dikalahkan oleh sihir”

Natsu:”jadi itulah sebabnya aku tadi merasa apiku tidak akan mampu melindungiku”

Yuka:”aku ahli dalam melawan penyihir waktu masih di Lamia Scale dulu. Kau pasti mengerti apa maksudnya kan? Semua penyihir akan jadi tidak berdaya dihadapanku!”

Natsu mendekati Yuka dan menyerangnya dari jarak dekat dengan apinya, tetapi tetap saja apinya menghilang lagi.

Yuka:”sudah kukatakan, gelombangku akan menghapus semua jenis sihir”

Natsu:”kalau begitu akan kulakukan tanpa kekuatan sihir! Tidak masalah kan?”

Natsu memasukkan tangannya kedalam cahaya biru itu,”lihat! Bisa masuk kan?”

Tetapi tangannya menjadi seperti terurai didalam cahaya biru itu, Natsu menjerit kesakitan.

Yuka:”memasukkan tanganmu kedalam pusaran sihir itu terlalu gegabah. Tanganmu akan hancur”

Tetapi dasar Natsu, bukannya dia menarik tangannya, dia malah ikut memasukkan kepalanya kedalam juga.

Toby:”hah? Dia ingin memasukkan seluruh badannya kedalam?!”

Natsu:”sihir mungkin tidak bisa menembus tembokmu, tapi tubuhku pasti bisa! Ahahahaha!”

Toby:”ORANG INI GILAAAA!!!”

Yuka:”dan apa yang akan kau lakukan sekarang, Salamander? Kau tidak bisa menggunakan sihir didalam gelombang ini...”

Natsu:”Jadi kalau diluar bisa kan?? Terima kasih atas sarannya!”

Natsu mengeluarkan semburan api besar dari sikutnya, untuk menjadi pendorong. Dia lalu meninju Yuka dengan sekuat tenaga, Yuka pun mental...dan..K.O!

Natsu:”satu sudah kalah!”

Toby:”kau cukup hebat juga”

Natsu:”kaulah yang berikutnya akan merasakan kehebatanku”

Toby:”tidak akan! Aku ini jauh lebih kuat dari Yuka!”

Toby mengeluarkan cakar-cakar panjang berwarna hijau dari jari-jari tangannya,”cakar beracun, mega-jellyfish!! Ada rahasia tersembunyi didalam cakar-cakar ini!”

Natsu:”racun kan?”

Toby: (terkejut dengan muka polosnya, atau lebih tepatnya muka tolol)” AAAHHHH!! Bagaimana kau bisa tahu?” (wkwkwk..tadi kan dia yang bilang sendiri cakar beracun)”

Natsu:” heh? Apa yang harus kulakukan? Dia benar-benar bodoh”

Toby marah karena disebut bodoh, dia langsung menyerang Natsu, tentu saja Natsu dengan musah dapat menghindarinya.

Natsu:”hei, tunggu sebentar...”

Natsu menunjuk keningnya,”ada sesuatu yang menempel padamu disini”

Toby berhenti menyerang, dia lalu menempelkan tangannya diarah yang ditunjukkan Natsu, tentu saja cakar beracunnya tertusuk dikeningnya. Ahahaha...itu yang namanya senjata makan tuan, Toby pun pingsan karena jurusnya sendiri.

Natsu:”yep, dia memang benar-benar bodoh”

Natsu membetulkan nisan Bobo yang terjatuh, dia berjanji dihadapan makam Toby akan membereskan semua masalah ini.

Lyon sedang berdiri memandangi Deliora yang masih terbungkus es. Beberapa orang dengan topeng mendekatinya. Seorang laki-laki pendek dengan topeng yang beda sendiri berkata,”Reitei-sama, kenapa kau tidak menghabisi bocah bernama Gray itu?”

Lyon:”tidak ada alasan khusus. Kau tahu aku tidak suka ada pertumpahan darah”

“wah,wah, walaupun kau bilang begitu, tapi kau malah memerintahkan pemusnahan massal untuk para penduduk desa. Sepertinya kau masih punya rasa simpati pada teman seperguruanmu itu”

Lyon:”konyol! Aku sudah mengalahkannya dengan telak, tidak mungkin dia akan melawanku lagi. Tapi kalau dia masih menjadi hambatan, aku tidak akan segan-segan”

“benarkah...?”

Sekarang kita lihat bagaimana keadaan Lucy...

Mereka mendarat didalam hutan, tetapi mereka berhasil selamat, kecuali tikus raksasa itu.

Lucy:”huh? Dimana wanita itu?”

Sherry menangis,”beraninya kau melakukan ini, nona muda?! Sekarang kepercayaan Reitei-sama padaku akan menghilang. Dia tidak akan pernah mencintaiku!”

Lucy:”cinta?”

Sherry:”kau bahkan tega melakukan itu pada Angelica...tidak bisa dimaafkan!”

Sherry mengeluarkan sihirnya, dan pohon besar disamping Lucy menjadi hidup dan bergerak! (sepertinya kekuatan Sherry adalah kekuatan untuk mengendalikan sesuatu, , seperti boneka tali gitu deh)

Lucy memanggil Taurus keluar. Taurus dengan mudah menghancurkan pohon itu dalam sekali pukul.

Lucy:”bagus, Taurus!”

Taurus:”moooo! Lucy-san, tubuh bagusmu memang yang paling top!”

Sherry:”kau membuat spiritmu mengatakan hal seperti itu untuk kesenanganmu sendiri. Tidak tahu malu”

Lucy:”aku tidak pernah menyuruhnya untuk mengatakan itu. Dan aku sama sekali tidak senang!”

Sherry:”tapi, penyihir stellar spirit adalah penyihir yang paling sial untuk berhadapan denganku”

Lucy memerintahkan Taurus untuk menyerang, Taurus berlari dengan kecepatan penuh, tetapi tiba-tiba di tengah jalan dia berhenti, dan malah berbalik menyerang Lucy.

Lucy:”hei Taurus! Apa yang terjadi?”

Taurus tidak mendengarkan dan terus menyerang Lucy, Lucy menghindar setiap serangannya dengan susah payah. Taurus mengunci tubuh Lucy.

Taurus:”Lucy-san, aku tidak bisa mengendalikan tubuhku!”

Sherry:”sihirku, Doll Attack, mampu mengendalikan apapun yang bukan manusia. Itu juga berlaku untuk stellar spirit, karena mereka memang bukan manusia”

Lucy:”tidak mungkin”

Taurus:”aku benar-beanr minta maaf, Lucy-san! Meskipun aku tidak mau, tapi tubuhku...”

Lucy:”tertutuplah! Gate of the bull!”

Namun tidak terjadi apa-apa, Taurus masih tetap ditempatnya.

Sherry:”bukankah spirit dan penyihir harus sama-sama menyepakati untuk membuka dan menutup gerbang?”

Lucy:”tutup gerbang, Taurus!”

Taurus tetap tidak bergeming.

Sherry:”kau tidak bisa menutupnya dengan seenaknya”

Lucy:”Taurus!”

Sherry:”bagaimana kalau kita main Russian Roulette Punch? Tinggal tutup matamu dan pukul!”

Taurus memejamkan matanya dan mulai memukul, Lucy berhasil menghindar.

Lucy:”Taurus, berhenti!”

Taurus:”aku juga mau berhenti, tapi...”

Sherry:”jadi, kemampuan penyihir Fairy Tail hanya segini saja”

Lucy:”tolong, ingat perjanjianmu denganku, Taurus!”

Waktu dulu...diantara sapi-sapi dan padang rumput hijau, saat Lucy dan Taurus pertama kali bertemu...

Taurus:”jadi namamu Lucy, iya kan? Tapi, wow, badanmu bagus sekali! Sangat menarik!!”

Lucy:”aku tidak pernah menyangka stellar spirit Taurus akan mesum seperti ini. Apa yang harus kulakukan dengan kontraknya?”

Taurus:”moooo! Tidak perlu ragu-ragu! Buatlah perjanjian denganku, dan aku janji akan melindungimu dan tubuh bagusmu itu!”

Lucy:”janji?”

Taurus:”JANJIIIIIII!!!!”

Taurus berusaha keras mengendalikan tubuhnya sendiri.

Lucy:”kau bilang kau janji untuk melindungiku, ya kan?”

Taurus memegangi kepalanya dan mengerang kesakitan.

Sherry:”hei, apa yang kau lakukan? Cepat habisi dia!”

Taurus mengangkat tinjunya dan bersiap memukul Lucy lagi.

Lucy:”gerbang stellar spirit dapat dibuka dan ditutup dengan kesepakatan bersama! Sadarlah, Taurus!!”

Tinju Taurus terhenti tepat sebelum dia mengenai wajah Lucy. Taurus tersenyum lembut, dan perlahan tubuhnya menghilang, gerbangnya berhasil ditutup, Taurus kembali ke dunia spirit.

Sherry tampak tidak percaya, begitu pula dengan Lucy. Lucy mengangkat kedua tangannya keudara,”a-aku berhasil...”

Sherry:”aku tidak pernah menyangka seorang penyihir stellar spirit bisa melakukan itu. Aku salah perhitungan”

Lucy:”aku sudah naik ke level yang baru!”

Lucy kembali bersemangat,”tentu saja! Karena aku adalah anggota Fairy Tail juga!”

BERSAMBUNG.. ... ...


note: i got exam next week, so...no posting until then!